Loading...

WASPADA PENYAKIT HIPERTENSI !!!

"Hipertensi adalah pembunuh diam-diam. Jaga tekanan darah Anda untuk hidup lebih sehat dan bahagia"


MENGENAL PENYAKIT HIPERTENSI

Saat ini hipertensi menjadi masalah kesehatan global yang sangat besar. Diperkirakan lebih dari 1,4 miliar orang dewasa di dunia berusia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi, dan hampir setengahnya bahkan tidak menyadari bahwa mereka memilikinya karena seringkali tidak menunjukkan gejala jelas. (Sumber : WHO)

Infografis

img-responsive

Periksakan tekanan darah anda secara teratur ke Fasilitas Kesehatan terdekat !

img-responsive
img-responsive
img-responsive

Anda Mau Konsultasi, Hubungi Contact Person kami :

0821 345 6789

Pengertian Hipertensi


Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat secara persistens, sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lainnya.

Tekanan Darah Normal

Tekanan darah diukur dalam dua angka:

  • Tekanan sistolik: Tekanan darah ketika jantung memompa darah (angka atas).
  • Tekanan diastolik: Tekanan darah ketika jantung beristirahat di antara denyut (angka bawah).

Kategori tekanan darah menurut WHO:

  • Normal: 120/80 mmHg
  • Pra-hipertensi: 120–139/80–89 mmHg.
  • Hipertensi tahap 1: 140–159/90–99 mmHg
  • Hipertensi tahap 2: ≥160/≥100 mmHg

Penyebab Hipertensi

Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder.

  1. Hipertensi Primer (Esensial)
    • Tidak memiliki penyebab yang jelas dan berkembang seiring waktu.
    • Faktor risiko meliputi usia, genetika, pola makan, stres, dan kurangnya aktivitas fisik.
  2. Hipertensi Sekunder
    • Disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, atau penggunaan obat tertentu seperti kontrasepsi oral.

Faktor Risiko Hipertensi

Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:

  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
  • Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Stres (Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara).
  • Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Gejala Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:

Sakit kepala, biasanya berdenyut dan sering memburuk saat beraktivitas fisik.

Sesak napas, sering muncul saat beraktivitas fisik, seperti menaiki tangga.

Nyeri dada, seperti ditekan benda berat di dada kiri.

Mimisan, bisa terjadi saat tekanan darah naik secara tiba-tiba.

Penglihatan kabur.

Mual dan muntah.

Jantung berdebar-debar.

Penglihatan kabur.

Cara Mencegah Hipertensi

Pola pencegahan yang dapat kita lakukan sendiri contohnya seperti:

  • Olahraga teratur setidaknya mininmal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu. Olahraga yang dapat dilakukan seperti senam aerobik, jalan atau berlari, bersepeda, serta berenang.
  • Menjaga berat badan ideal dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengatur pola makan atau menurunkan berat badan pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan seimbang, menghindari makanan tinggi garam, lemak jenuh dan kolesterol. Membatasi konsumsi garam tidak melebihi 1 sendok teh per hari. Memperhatikan atau membatasi makanan cepat saji juga perlu dilakukan, karena makanan cepat saji umumnya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.
  • Konsumsi buah – buahan segar, sayuran, ikan, serta penggunaan minyak olive juga disarankan. Konsumsi kopi tanpa gula, teh hijau atau teh hitam juga dapat dilakukan.
  • Menghindari kebiasaan merokok serta paparan terhadap asap rokok (perokok pasif).
  • Menghindari konsumsi alkohol.
Kembali ke Hal. Berita